Selasa, 18 Maret 2014

INDIRECT SPEECH - KALIMAT TAK LANGSUNG



INDIRECT SPEECH (KALIMAT TAK LANGSUNG)
Indirect speech atau dengan nama lain Reported speech (kalimat tak langsung) adalah suatu cara untuk mengungkapkan apa yang orang lain telah katakan secara langsung berupa pertanyaan atau ucapan lainnya dengan mengubah format pembicaraan tersebut sehingga menjadi lebih jelas, alami dan efesien bagi pendengarnya. Indirect speech atau Reported speech terdiri dari beberapa bagian kalimat antara lain: 

A.   PERUBAHAN TENSES DALAM INDIRECT SPEECH
Pernyataan langsung (direct speech) yang diubah menjadi pernyaataan tak langsung (indirect speech) tidak akan mengalami perubahan  tenses jika induk kalimatnya memakai bentuk :
1.  Present tense
2.  Present prefect tense
3.  Future tense

Demikian juga dengan keterangan waktu dan tempat akan berubah sebagai berikut :
1. Now                        =  than
2. Yesterday                = the day before
3. Last night                = the night before
4. Last week                = the week before
5. Last Sunday            = the Sunday before
6. Two days ago          = two days before
7. Five years ago         = five years before
8. Today                      = that day
9. Here                        = there
10. This                       = that
11. These                     = those
12. Can                        = could
13. Will                       = would
14. Shall                      = should
15. May                       = might


SIMPLE PRESENT – SIMPLE PAST
1    1. DIRECT SPEECH
He told me, “I eat fried rice every morning”.

INDIRECT SPEECH
He told me that he ate fried rice every morning.

2    2. DIRECT SPEECH
      He told me, “I go to work everyday.”

INDIRECT SPEECH
He told me that he went to work everyday.

SIMPLE PRESENT CONTINUOUS – SIMPLE PAST CONTINUOUS
1.      DIRECT SPEECH
She told me, “I am playing music now”.

INDIRECT SPEECH
 She told me that she was playing music then.

2.      DIRECT SPEECH
She told me, “I am praying to God now”.


INDIRECT SPEECH
She told me that she was praying to God then.

PRESENT PERFECT – PAST PERFECT
1.      DIRECT SPEECH
They told me. “We have made a cake”.

INDIRECT SPEECH
They told me that they had made a cake.


2.      DIRECT SPEECH
Ina said, ’I have taken a bath.’


INDIRECT SPEECH
Ina has said she has taken a bath.


SIMPLE PAST – PAST PERFECT
1.      DIRECT SPEECH
Novi told me, “I take a picture yesterday”.

INDIRECT SPEECH
Novi told me that she had taken a picture yesterday.

2.      DIRECT SPEECH
Resa told me, “I writted a text last month”.

INDIRECT SPEECH
Resa told me that he had writted a text last month.

SIMPLE PAST CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1    1. DIRECT SPEECH
He said, “I drunk a milk every month”.

INDIRECT SPEECH
He said that he had drunk a milk every month.
  
      2. DIRECT SPEECH
Lady said, “I cooked fried rice every week”.

INDIRECT SPEECH
 Lady said that she had cooked fried rice every week.

PRESENT PERFECT CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1.      DIRECT SPEECH
She said, “I have watched a movie every sunday.”

INDIRECT SPEECH
She said that she had watched a movie every Sunday.

2.      DIRECT SPEECH
He said, “I have bought a book.”

INDIRECT SPEECH
He said that he had bought a book.


PRESENT FUTURE – PAST FUTURE
1.      DIRECT SPEECH
He said, “I am reading a book.”

INDIRECT SPEECH
He said that he was reading a book.

2.      DIRECT SPEECH
Rio said, “I am walking a round”.

INDIRECT SPEECH
Rio said that he was walking a round.

B.   INDIRECT SPEECH DENGAN REQUEST (PERMINTAAN)
Kalimat indirect speech dalam request biasanya dengan menggunakan kata asked yang artinya meminta atau memohon.

1.      DIRECT SPEECH
Yuli asked, “When will they come?”

INDIRECT SPEECH
Yuli asked me when they would come.

2.      DIRECT SPEECH
She asked, “Do you drive a car every day?”

INDIRECT SPEECH
She asked me whether I drove a car every day.

C.    INDIRECT SPEECH DENGAN QUESTION (PERTANYAAN)
Bentuk indirect speech dalam bentuk pertanyaan biasanya dibagi menjadi dua kelompok , yaitu:
·         Indirect speech dengan Yes-No Question : biasanya menggunakan kata whether
·         Indirect speech dengan W-H Question : biasanya menggunakan kata Tanya yang ada dalam kalimat langsungnya.

1.      DIRECT SPEECH
She said, “Do you go to church every Sunday?”

INDIRECT SPEECH
She asked me whether I went to church every Sunday.

2.      DIRECT SPEECH
He said, “Where do you go to school?”

INDIRECT SPEECH
He asked me where I went to school.

D.    INDIRECT SPEECH DENGAN COMMAND (PERINTAH)
Bentuk indirect speech dalam kalimat perintah biasanya dengan menggunakan kata said, told, dan ordered kemudian diikuti dengan bentuk to infinitive.

1.      DIRECT SPEECH
The police ordered, “Walk on!”

INDIRECT SPEECH
The police ordered me to walk on.

2.      DIRECT SPEECH
The parent said, “Don’t be lazy!”
INDIRECT SPEECH
The parent said me not to be lazy.

Sumber:

Kamis, 09 Januari 2014

BAB X - MANUSIA DAN KEGELISAHAN

BAB X
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

1.      PENGERTIAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang artinya tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan.

2.      SEBAB-SEBAB
Apabila  kita  kaji,  sebab-sebab  orang  gelisah  adalah  karena  pada  hakekatnya   orang takut  kehilangan  hak-haknya.  Hal itu adalah  akibat dari suatu ancaman,  baik ancaman  dari luar  maupun  dari  dalam. Orang gelisah disebabkan oleh banyak hal yang membuat orang itu merasa batinya tertekan dan membuat orang itu merasa tidak nyaman dalm kondisi tersebut

3.      CONTOH-CONTOH ORANG GELISAH
Apabila terjadi suatu kebakaran di tempat tinggal kita pasti kita akan merasa gelisah karena akan merugikan diri kita baik secara fisik maupun materi. Secara fisik kita gelisah karena takut kehilangan nyawa kita atau takut terjadi kecelakaan luka-luka menimpa kita sedangkan secara materi kita gelisah karena takut kehilangan tempat tinggal, takut kehilangan harta benda, takut kehilangan barang-barang berharga yang tidak bisa digantikan oleh apapun.


4.      CERITA KEGELISAHAN DAN CARA MENANGANINYA
Kegelisahan yang saya alami ketika menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN), saya takut gagal ketika mengikuti UAN karena pelajaran yang sulit materi yang sangat banyak dan waktu ujian yang singkat bagi saya. Kemudian timbul pikiran-pikiran negative yang mengganggu konsentrasi saya belajar. Saya takut tidak lulus SMA, Saya takut mendapatkan nilai yang jelek, Saya takut mendapatkan hasil yang buruk.

CARA MENANGANI
Berpikir positif, milikilah hati yang tenang jangan tergesa-gesa, berserah kepada Tuhan, berdoa, belajar yang giat, berusaha mengendalikan diri sendiri untuk tetap stabil emosi diri dan jangan mudah terpengaruh oleh suasana dan lingkungan sekitar yang ada.



biodata



1.    Nama                           : Natasya Claudia Sepang

2.    Umur                           : 18 tahun

3.    Jenis Kelamin             : Wanita

4.    Status                          : Belum menikah

5.    Agama                        : Kristen Protestan

6.    Kewarganegaraan       : WNI

7.    Alamat                        : Jl. Kenanga Selatan H6/3, Pondok Hijau
                                            Permai. Kel: Pengasinan, Kec: Rawalumbu.
   Bekasi Timur.

8.    Tinggi/Berat              :  157cm/49kg

9.    Temp/Tgl Lahir         : Bekasi, 17 Desember 1995

BAB XI - MANUSIA DAN HARAPAN




BAB XI
MANUSIA DAN HARAPAN

1.      PENGERTIAN
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

2.      PERSAMAAN HARAPAN DAN CITA-CITA
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Perwujudan cita-cita dengan manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar diterima dan diakui.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

3.      CONTOH HARAPAN
Christ seorang pelajar yang duduk dibangku SMA, ia rajin belajar rutin setiap hari dengan giat. Ia berharap dapat lulus SMA dengan hasil yang memuaskan dan tidak mengecewakan. Ia berharap dapat lolos dan masuk ke Universitas ternama yang Christ sudah inginkan sejak lama.

4.      CERITA HARAPAN DAN CITA-CITA SAYA
HARAPAN SAYA
Saya seorang mahasiswi jurusan manajemen Universitas Gunadarma, saya berharap disemester awal perkuliahan ini saya mendapatkan nilai yang terbaik dari setiap ujian yang saya lewati, saya berharap hasil yang saya dapat tidak mengecewakan.
Harapan saya di 2014, dapat menjadi seorang remaja yang membanggakan di keluarga, pergaulan dan lingkungan sekitar. Saya berharap saya dapat menjadi orang yang berguna, dapat menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, belajar dari pengalaman, bangkit dari masa lalu dan bertambah dewasa.

CITA-CITA SAYA
Saya bercita-cita ingin memiliki perusahaan sendiri kelak nanti. Saya ingin menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, saya ingin menggaji dan bukan digaji. Saya bercita-cita untuk memiliki suatu usaha atau bisnis yang saya kelola bangun sendiri mulai dari nol. Saya ingin menjadi kepala perusahaan yang memiliki banyak pegawai dan bawahan yang membantu saya.