Kamis, 02 Oktober 2014

My Activity

Kegiatan sehari-hari saya saat ini adalah berkuliah di Universitas Gunadarma, belajar dan menjadi layaknya anak mahasiswi lainnya . Setelah kuliah, sampai dirumah saya membantu orangtua membersihkan dan merapikan rumah, menjaga adik saya yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan melakukan banyak hal lainnya. Bagi saya dan keluarga saya, hari minggu adalah hari khusus untuk beribadah maka pada setiap hari minggu kami pergi ke gereja. Dan selain hari minggu apabila ada jadwal ibadah pada hari biasa maka kami pergi mengikuti ibadah ke gereja. Kalau ada waktu luang saya menyempatkan diri berkumpul dan bertemu teman-teman saya. Motivasi saya sampai saat ini untuk terus belajar, saya ingin membahagiakan dan membuat tersenyum orang-orang yang saya cintai, yang selama ini mendukung saya dan semua yang saya punya semata-mata karena Tuhan :)


Pengertian & Ciri-ciri Koperasi, Prinsip-prinsip ekonomi koperasi & ciri-ciri khas ekonomi koperasi



I.                  PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KOPERASI

PENGERTIAN KOPERASI

Koperasi berasal dari 2 buah kata “co” dan “operatio” yang mempunyai arti bekerja sama untuk mencapai tujuan. Mantan Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta, menyatakan bahwa Koperasi adalah sebuah usaha bersama yang bertujuan untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan asas gotong royong.
Beliau juga menyatakan bahwa gerakan koperasi adalah sebagai lambang harapan bagi kaum ekonomi lemah yang didasarkan atas tolong menolong diantara anggota- anggotanya, sehingga dapat menumbukan rasa saling percaya kepada diri sendiri dalam persaudaraan koperasi. Para anggota koperasi didorong oleh keinginan memberi jasa kepada sesama anggotanya, berdasarkan prinsip “seorang buat semua dan semua buat seorang”.

Menurut UUD 1945 menyatakan bahwa koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. Inti dari adanya koperasi adalah kerja sama, yakni kerja sama antara anggotanya demi mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Koperasi juga merupakan milik setiap rakyat Indonesia baik itu rakyat menengah kebawah maupun rakyat menengah keatas.

Ada beberapa landasan koperasi Indonesia yang melandasi aktifitas koperasi di Indonesia, yakni:
Ø  Landasan Idiil ( Pancasila )
Ø  Landasan Mental ( Setia kawan dan kesadaran diri sendiri )
Ø  Landasan Struktural dan gerak ( UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 )

Koperasi juga merupakan sebuah gerakan yang terorganisasir yang didorong oleh cita – cita rakyat mencapai masyarakat yang maju, adil dan makmur seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) yang menyatakan bahwa :


“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dan “bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi”. Karena dorongan cita – cita rakyat itu, undang – undang tentang perkoperasian No. 25 Tahun 1992 menyatakan bahwa koperasi selain badan usaha juga adalah gerakan ekonomi rakyat.

CIRI-CIRI KOPERASI

Pada dasarnya Koperasi di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
  • Koperasi adalah kumpulan sekelompok orang dan bukan kumpulan modal. Artinya, koperasi berfungsi untuk menyejahterakan anggota-anggotanya.
  • Semua kegiatan di dalam koperasi dilaksanakan dengan bekerja sama dan bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban anggotanya yang berarti koperasi merupakan wadah ekonomi dan sosial.
  • Segala kegiatan di dalam koperasi didasarkan pada kesadaran para anggota, bukan atas dasar ancaman, intimidasi, atau campur tangan pihak-pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan koperasi.
  • Tujuan ideal koperasi adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya.


II.               PRINSIP-PRINSIP EKONOMI KOPERASI DAN CIRI-CIRI KHAS EKONOMI KOPERASI

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI KOPERASI
Pengertian : Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.
Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi yang dikembangkanInternational Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
Prinsip-prinsip Ekonomi Koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi
CIRI-CIRI KHAS EKONOMI KOPERASI

Berikut adalah ciri-ciri yang khas/khusus yang ada dalam Ekonomi Koperasi,yaitu :
1.  Pengelolaan dilakukan secara demokratis > Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Anggota koperasi adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
2. .   Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota > Besarnya modal yang dimiliki anggota tidak mutlak dijadikan dasar dalam pembagian SHU. Ketentuan ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan
3. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
Sifat sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota tidak boleh dipaksa oleh siapapun.
4. .   Kemandirian
Kemandirian artinya dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Semua keputusan dan kegiatan koperasi dilandasi oleh kepercayaan, pada pertimbangan, kemampuan, dan usaha sendiri. Kemandirian juga berarti kebebasan yang bertanggung jawab pada perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri
5. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Terbatas disini maksudnya adalah wajar,tidak melebihi suku bunga yang berlaku dipasar.


Referensi :

Selasa, 18 Maret 2014

INDIRECT SPEECH - KALIMAT TAK LANGSUNG



INDIRECT SPEECH (KALIMAT TAK LANGSUNG)
Indirect speech atau dengan nama lain Reported speech (kalimat tak langsung) adalah suatu cara untuk mengungkapkan apa yang orang lain telah katakan secara langsung berupa pertanyaan atau ucapan lainnya dengan mengubah format pembicaraan tersebut sehingga menjadi lebih jelas, alami dan efesien bagi pendengarnya. Indirect speech atau Reported speech terdiri dari beberapa bagian kalimat antara lain: 

A.   PERUBAHAN TENSES DALAM INDIRECT SPEECH
Pernyataan langsung (direct speech) yang diubah menjadi pernyaataan tak langsung (indirect speech) tidak akan mengalami perubahan  tenses jika induk kalimatnya memakai bentuk :
1.  Present tense
2.  Present prefect tense
3.  Future tense

Demikian juga dengan keterangan waktu dan tempat akan berubah sebagai berikut :
1. Now                        =  than
2. Yesterday                = the day before
3. Last night                = the night before
4. Last week                = the week before
5. Last Sunday            = the Sunday before
6. Two days ago          = two days before
7. Five years ago         = five years before
8. Today                      = that day
9. Here                        = there
10. This                       = that
11. These                     = those
12. Can                        = could
13. Will                       = would
14. Shall                      = should
15. May                       = might


SIMPLE PRESENT – SIMPLE PAST
1    1. DIRECT SPEECH
He told me, “I eat fried rice every morning”.

INDIRECT SPEECH
He told me that he ate fried rice every morning.

2    2. DIRECT SPEECH
      He told me, “I go to work everyday.”

INDIRECT SPEECH
He told me that he went to work everyday.

SIMPLE PRESENT CONTINUOUS – SIMPLE PAST CONTINUOUS
1.      DIRECT SPEECH
She told me, “I am playing music now”.

INDIRECT SPEECH
 She told me that she was playing music then.

2.      DIRECT SPEECH
She told me, “I am praying to God now”.


INDIRECT SPEECH
She told me that she was praying to God then.

PRESENT PERFECT – PAST PERFECT
1.      DIRECT SPEECH
They told me. “We have made a cake”.

INDIRECT SPEECH
They told me that they had made a cake.


2.      DIRECT SPEECH
Ina said, ’I have taken a bath.’


INDIRECT SPEECH
Ina has said she has taken a bath.


SIMPLE PAST – PAST PERFECT
1.      DIRECT SPEECH
Novi told me, “I take a picture yesterday”.

INDIRECT SPEECH
Novi told me that she had taken a picture yesterday.

2.      DIRECT SPEECH
Resa told me, “I writted a text last month”.

INDIRECT SPEECH
Resa told me that he had writted a text last month.

SIMPLE PAST CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1    1. DIRECT SPEECH
He said, “I drunk a milk every month”.

INDIRECT SPEECH
He said that he had drunk a milk every month.
  
      2. DIRECT SPEECH
Lady said, “I cooked fried rice every week”.

INDIRECT SPEECH
 Lady said that she had cooked fried rice every week.

PRESENT PERFECT CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1.      DIRECT SPEECH
She said, “I have watched a movie every sunday.”

INDIRECT SPEECH
She said that she had watched a movie every Sunday.

2.      DIRECT SPEECH
He said, “I have bought a book.”

INDIRECT SPEECH
He said that he had bought a book.


PRESENT FUTURE – PAST FUTURE
1.      DIRECT SPEECH
He said, “I am reading a book.”

INDIRECT SPEECH
He said that he was reading a book.

2.      DIRECT SPEECH
Rio said, “I am walking a round”.

INDIRECT SPEECH
Rio said that he was walking a round.

B.   INDIRECT SPEECH DENGAN REQUEST (PERMINTAAN)
Kalimat indirect speech dalam request biasanya dengan menggunakan kata asked yang artinya meminta atau memohon.

1.      DIRECT SPEECH
Yuli asked, “When will they come?”

INDIRECT SPEECH
Yuli asked me when they would come.

2.      DIRECT SPEECH
She asked, “Do you drive a car every day?”

INDIRECT SPEECH
She asked me whether I drove a car every day.

C.    INDIRECT SPEECH DENGAN QUESTION (PERTANYAAN)
Bentuk indirect speech dalam bentuk pertanyaan biasanya dibagi menjadi dua kelompok , yaitu:
·         Indirect speech dengan Yes-No Question : biasanya menggunakan kata whether
·         Indirect speech dengan W-H Question : biasanya menggunakan kata Tanya yang ada dalam kalimat langsungnya.

1.      DIRECT SPEECH
She said, “Do you go to church every Sunday?”

INDIRECT SPEECH
She asked me whether I went to church every Sunday.

2.      DIRECT SPEECH
He said, “Where do you go to school?”

INDIRECT SPEECH
He asked me where I went to school.

D.    INDIRECT SPEECH DENGAN COMMAND (PERINTAH)
Bentuk indirect speech dalam kalimat perintah biasanya dengan menggunakan kata said, told, dan ordered kemudian diikuti dengan bentuk to infinitive.

1.      DIRECT SPEECH
The police ordered, “Walk on!”

INDIRECT SPEECH
The police ordered me to walk on.

2.      DIRECT SPEECH
The parent said, “Don’t be lazy!”
INDIRECT SPEECH
The parent said me not to be lazy.

Sumber: