Kamis, 02 Oktober 2014
Pengertian & Ciri-ciri Koperasi, Prinsip-prinsip ekonomi koperasi & ciri-ciri khas ekonomi koperasi
I.
PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KOPERASI
PENGERTIAN
KOPERASI
Koperasi
berasal dari 2 buah kata “co” dan “operatio” yang mempunyai arti
bekerja sama untuk mencapai tujuan. Mantan Wakil Presiden RI pertama, Mohammad
Hatta, menyatakan bahwa Koperasi adalah sebuah usaha bersama yang bertujuan
untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan asas gotong royong.
Beliau
juga menyatakan bahwa gerakan koperasi adalah sebagai lambang harapan bagi kaum
ekonomi lemah yang didasarkan atas tolong menolong diantara anggota-
anggotanya, sehingga dapat menumbukan rasa saling percaya kepada diri sendiri dalam
persaudaraan koperasi. Para anggota koperasi didorong oleh keinginan memberi
jasa kepada sesama anggotanya, berdasarkan prinsip “seorang buat semua dan
semua buat seorang”.
Menurut
UUD 1945 menyatakan bahwa koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang
dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. Inti dari adanya koperasi adalah
kerja sama, yakni kerja sama antara anggotanya demi mewujudkan kesejahteraan
anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Koperasi
juga merupakan milik setiap rakyat Indonesia baik itu rakyat menengah kebawah
maupun rakyat menengah keatas.
Ada
beberapa landasan koperasi Indonesia yang melandasi aktifitas koperasi di
Indonesia, yakni:
Ø Landasan Idiil ( Pancasila )
Ø Landasan Mental ( Setia kawan dan
kesadaran diri sendiri )
Ø Landasan Struktural dan gerak ( UUD
1945 Pasal 33 Ayat 1 )
Koperasi
juga merupakan sebuah gerakan yang terorganisasir yang didorong oleh cita –
cita rakyat mencapai masyarakat yang maju, adil dan makmur seperti yang
diamanatkan oleh UUD 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) yang menyatakan bahwa :
“Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dan “bangun
perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi”. Karena dorongan cita – cita
rakyat itu, undang – undang tentang perkoperasian No. 25 Tahun 1992 menyatakan
bahwa koperasi selain badan usaha juga adalah gerakan ekonomi rakyat.
CIRI-CIRI
KOPERASI
Pada
dasarnya Koperasi di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Koperasi adalah kumpulan sekelompok orang dan bukan kumpulan modal. Artinya, koperasi berfungsi untuk menyejahterakan anggota-anggotanya.
- Semua kegiatan di dalam koperasi dilaksanakan dengan bekerja sama dan bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban anggotanya yang berarti koperasi merupakan wadah ekonomi dan sosial.
- Segala kegiatan di dalam koperasi didasarkan pada kesadaran para anggota, bukan atas dasar ancaman, intimidasi, atau campur tangan pihak-pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan koperasi.
- Tujuan ideal koperasi adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya.
II.
PRINSIP-PRINSIP
EKONOMI KOPERASI DAN CIRI-CIRI KHAS EKONOMI KOPERASI
PRINSIP-PRINSIP
EKONOMI KOPERASI
Pengertian : Prinsip
koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk
membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.
Prinsip-prinsip Ekonomi
Koperasi yang dikembangkanInternational Cooperative Alliance (Federasi
koperasi non-pemerintah internasional) adalah
- Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
- Pengelolaan yang demokratis,
- Partisipasi anggota dalam ekonomi,
- Kebebasan dan otonomi, Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Prinsip-prinsip Ekonomi
Koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
- Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
- Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
- Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
- Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
- Kemandirian
- Pendidikan perkoperasian
- Kerjasama antar koperasi
CIRI-CIRI KHAS
EKONOMI KOPERASI
Berikut adalah ciri-ciri
yang khas/khusus yang ada dalam Ekonomi Koperasi,yaitu :
1. Pengelolaan
dilakukan secara demokratis > Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa
pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota.
Anggota koperasi adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan tertinggi dalam
koperasi.
2.
. Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil
sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota > Besarnya modal
yang dimiliki anggota tidak mutlak dijadikan dasar dalam pembagian SHU.
Ketentuan ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan
3. Keanggotaan bersifat
sukarela dan terbuka
Sifat sukarela dalam
keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota tidak boleh dipaksa
oleh siapapun.
4. . Kemandirian
Kemandirian artinya dapat
berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Semua keputusan dan kegiatan
koperasi dilandasi oleh kepercayaan, pada pertimbangan, kemampuan, dan usaha
sendiri. Kemandirian juga berarti kebebasan yang bertanggung jawab pada
perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri
5. Pemberian balas jasa
yang terbatas terhadap modal
Terbatas disini maksudnya
adalah wajar,tidak melebihi suku bunga yang berlaku dipasar.
Referensi :
Selasa, 18 Maret 2014
INDIRECT SPEECH - KALIMAT TAK LANGSUNG
INDIRECT SPEECH (KALIMAT TAK
LANGSUNG)
Indirect speech atau dengan nama lain Reported
speech (kalimat tak langsung) adalah suatu cara untuk mengungkapkan apa yang
orang lain telah katakan secara langsung berupa pertanyaan atau ucapan lainnya
dengan mengubah format pembicaraan tersebut sehingga menjadi lebih jelas, alami
dan efesien bagi pendengarnya. Indirect speech atau Reported speech terdiri
dari beberapa bagian kalimat antara lain:
A.
PERUBAHAN
TENSES DALAM INDIRECT SPEECH
Pernyataan langsung (direct speech)
yang diubah menjadi pernyaataan tak langsung (indirect speech) tidak akan
mengalami perubahan tenses jika induk
kalimatnya memakai bentuk :
1.
Present tense
2.
Present prefect tense
3.
Future tense
Demikian juga dengan keterangan
waktu dan tempat akan berubah sebagai berikut :
1. Now =
than
2. Yesterday = the day before
3. Last night = the night before
4. Last week = the week before
5. Last Sunday = the Sunday before
6. Two days ago = two days before
7. Five years ago = five years before
8. Today = that day
9. Here = there
10. This = that
11. These = those
12. Can = could
13. Will = would
14. Shall = should
15. May = might
SIMPLE
PRESENT – SIMPLE PAST
1 1. DIRECT
SPEECH
He told me, “I eat fried rice every
morning”.
INDIRECT
SPEECH
He told me that he ate fried rice
every morning.
2 2. DIRECT
SPEECH
He told me,
“I go to work everyday.”
He told me that he went to work everyday.
SIMPLE PRESENT CONTINUOUS – SIMPLE PAST CONTINUOUS
1. DIRECT SPEECH
She told me, “I am playing music now”.
INDIRECT
SPEECH
She told me
that she was playing music then.
2. DIRECT SPEECH
She told me, “I am praying to God now”.
INDIRECT
SPEECH
She told me that she was praying to God then.
1. DIRECT SPEECH
They told me. “We have made a cake”.
INDIRECT
SPEECH
They told me that they had made a cake.
2.
DIRECT SPEECH
Ina said, ’I have taken a bath.’
INDIRECT
SPEECH
Ina has said she has taken a bath.
SIMPLE
PAST – PAST PERFECT
1.
DIRECT
SPEECH
Novi
told me, “I take a picture yesterday”.
INDIRECT SPEECH
Novi
told me that she had taken a picture yesterday.
2.
DIRECT
SPEECH
Resa
told me, “I writted a text last month”.
INDIRECT SPEECH
Resa
told me that he had writted a text last month.
SIMPLE
PAST CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1 1. DIRECT
SPEECH
He said, “I drunk a milk every
month”.
INDIRECT
SPEECH
He said that he had drunk a milk
every month.
2. DIRECT
SPEECH
Lady said, “I cooked
fried rice every week”.
Lady said that she had cooked fried rice every week.
PRESENT
PERFECT CONTINUOUS – PAST PERFECT CONTINUOUS
1.
DIRECT
SPEECH
She said, “I have watched a movie
every sunday.”
INDIRECT
SPEECH
She said that she had watched a
movie every Sunday.
2.
DIRECT
SPEECH
He said, “I have bought a book.”
INDIRECT
SPEECH
He said that he had bought a book.
PRESENT
FUTURE – PAST FUTURE
1.
DIRECT
SPEECH
He said, “I am reading a book.”
INDIRECT
SPEECH
He said that he was reading a book.
2.
DIRECT
SPEECH
Rio said, “I am walking a round”.
INDIRECT
SPEECH
Rio said that he was walking a
round.
B. INDIRECT SPEECH DENGAN REQUEST
(PERMINTAAN)
Kalimat
indirect speech dalam request biasanya dengan menggunakan kata asked yang
artinya meminta atau memohon.
1. DIRECT SPEECH
Yuli
asked, “When will they come?”
INDIRECT SPEECH
Yuli
asked me when they would come.
2. DIRECT SPEECH
She
asked, “Do you drive a car every day?”
INDIRECT SPEECH
She
asked me whether I drove a car every day.
C. INDIRECT SPEECH DENGAN QUESTION
(PERTANYAAN)
Bentuk
indirect speech dalam bentuk pertanyaan biasanya dibagi menjadi dua kelompok ,
yaitu:
·
Indirect speech dengan Yes-No Question :
biasanya menggunakan kata whether
·
Indirect speech dengan W-H Question :
biasanya menggunakan kata Tanya yang ada dalam kalimat langsungnya.
1.
DIRECT
SPEECH
She said, “Do you go to church
every Sunday?”
INDIRECT
SPEECH
She asked me whether I went to
church every Sunday.
2.
DIRECT
SPEECH
He said, “Where do you go to
school?”
INDIRECT
SPEECH
He asked me where I went to school.
D.
INDIRECT
SPEECH DENGAN COMMAND (PERINTAH)
Bentuk indirect speech dalam
kalimat perintah biasanya dengan menggunakan kata said, told, dan ordered
kemudian diikuti dengan bentuk to infinitive.
1.
DIRECT
SPEECH
The
police ordered, “Walk on!”
INDIRECT SPEECH
The
police ordered me to walk on.
2.
DIRECT
SPEECH
The
parent said, “Don’t be lazy!”
INDIRECT SPEECH
The
parent said me not to be lazy.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)
