Minggu, 09 Oktober 2016

contoh moral manajemen dalam etika bisnis



CONTOH MORAL MANAJEMEN

1. Pengertian Etika Bisnis
Bertens (2000:36) mengatakan bahwa etika bisnis dalam bahasa Inggris disebut business ethics. Dalam bahasa Belanda dipakai nama bedrijfsethick (etika perusahaan) dan dalam bahasa Jerman Unternehmensethik (etika usaha). Cukup dekat dengan itu dalam bahasa Inggris kadang-kadang dipakai corporate ethics (etika korporasi). Narasi lain adalah “etika ekonomis” atau”etika ekonomi” (jarang dalam bahasa Inggris economic ethics; lebih banyak dalam bahasa Jerman Wirtschaftsethik). Ditemukan juga nama management ethics atau managerial ethics (etika manajemen) atau organization ethics (etika organisasi).
Yosephus (2010:79) mengatakan bahwa Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.
Pengertian tersebut menjelaskan bagaimana para pelaku bisnis bertindak secara moral dalam melakukan bisnisnya. Atau etika bisnis mengacu pada tindakan bisnis yang benar sesuai dengan norma-norma yang ada. Prinsip moral tersebut pada dasarnya saling bertautan dalam kesatuan kerangka yang utuh dan sistematis yang disebut teori. Etika bisnis sangat penting bukan saja bagi pengusaha, melainkan juga bagi masyarakat / konsumen.
Suatu tatanan sosial yang memiliki nilai, norma, peran, status, pranata, dan struktur yang terlembaga akan hancur jika salah satu etika (yaitu etika berkompetisi dalam meraih kekayaan) terabaikan atau tidak dilandasi etika dalam perilaku bisnis / ekonomi. Dengan prinsip saling menguntungkan, maka itulah sesungguhnya yang diharapkan masyarakat. Bila bisnis dijalankan tanpa dilandasi etika moral, maka bukan hanya masyarakat / konsumen yang akan mengalami kerugian, tapi sesungguhnya pelaku bisnis itu sendiri akan mengalami kerugian.

Model Etika Dalam Bisnis
Carroll dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007:49) membagi tiga tingkatan manajemen dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya.
1. Immoral Manajemen
Immoral manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya. Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan kelengahan-kelengahan dalam komunitas untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, baik secara individu atau kelompok mereka. Kelompok manajemen ini selalu menghindari diri dari yang disebut etika. Bahkan hukum dianggap sebagai batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya.
2. Amoral Manajemen
Tingkatan kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah amoral manajemen. Berbeda dengan immoral manajemen, manajer dengan tipe manajemen seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada dua jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu Pertama, manajer yang tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager). Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka, bahwa dalam segala keputusan bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau tidak langsung akan memberikan efek pada pihak lain. Oleh karena itu, mereka akan menjalankan bisnisnya tanpa memikirkan apakah aktivitas bisnisnya sudah memiliki dimensi etika atau belum. Manajer tipe ini mungkin saja punya niat baik, namun mereka tidak bisa melihat bahwa keputusan dan aktivitas bisnis mereka apakah merugikan pihak lain atau tidak. Tipikal manajer seperti ini biasanya lebih berorientasi hanya pada hukum yang berlaku, dan menjadikan hukum sebagai pedoman dalam beraktivitas. Kedua, tipe manajer yang sengaja berbuat amoral. Manajemen dengan pola ini sebenarnya memahami ada aturan dan etika yang harus dijalankan, namun terkadang secara sengaja melanggar etika tersebut berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bisnis mereka, misalnya ingin melakukan efisiensi dan lain-lain. Namun manajer tipe ini terkadang berpandangan bahwa etika hanya berlaku bagi kehidupan pribadi kita, tidak untuk bisnis. Mereka percaya bahwa aktivitas bisnis berada di luar dari pertimbangan-pertimbangan etika dan moralitas.
Widyahartono (1996:74) mengatakan prinsip bisnis amoral itu menyatakan “bisnis adalah bisnis dan etika adalah etika, keduanya jangan dicampur-adukkan”. Dasar pemikirannya sebagai berikut :
Bisnis adalah suatu bentuk persaingan yang mengutamakan dan mendahulukan kepentingan ego-pribadi. Bisnis diperlakukan seperti permainan (game) yang aturannya sangat berbeda dari aturan yang ada dalam kehidupan sosial pada umumnya.
Orang yang mematuhi aturan moral dan ketanggapan sosial (sosial responsiveness) akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di tengah persaingan ketat yang tak mengenal “values” yang menghasilkan segala cara.
Kalau suatu praktek bisnis dibenarkan secara legal (karena sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan karena law enforcement-nya lemah), maka para penganut bisnis amoral itu justru menyatakan bahwa praktek bisnis itu secara “moral mereka” (kriteria atau ukuran mereka) dapat dibenarkan. Pembenaran diri itu merupakan sesuatu yang ”wajar’ menurut mereka. Bisnis amoral dalam dirinya meskipun ditutup-tutupi tidak mau menjadi “agen moral” karena mereka menganggap hal ini membuang-buang waktu, dan mematikan usaha mencapai laba.
3. Moral Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam moral manajemen, nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level standar tertinggi dari segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku namun juga terbiasa meletakkan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinannya. Seorang manajer yang termasuk dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya, tapi hanya jika bisnis yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika yang ada dalam komunitas, seperti keadilan, kejujuran, dan semangat untuk mematuhi hukum yang berlaku. Hukum bagi mereka dilihat sebagai minimum etika yang harus mereka patuhi, sehingga aktifitas dan tujuan bisnisnya akan diarahkan untuk melebihi dari apa yang disebut sebagai tuntutan hukum. Manajer yang bermoral selalu melihat dan menggunakan prinsip-prinsip etika seperti, keadilan, kebenaran, dan aturan-aturan emas (golden rule) sebagai pedoman dalam segala keputusan bisnis yang diambilnya.

CONTOH MORAL MANAJEMEN
Bank Century didirikan pada 6 Desember 2004 merupakan hasil merger tiga bank yakni Bank CIC International, Bank Pikko dan Bank Danpac sejak 21 November 2008 diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hasil merger tiga bank yaitu Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC menjadi Bank Century yang sebelum merger ketiga bank tersebut didahului dengan adanya akuisisi Chinkara Capital Ltd yang berdomisili hukum di Kepulauan Bahama dengan pemegang saham mayoritas adalah Rafat Ali Rizvi. Selama tahun 2004 sampai 2009 terdapat kasus pencucian uang oleh bank century sehingga merugikan nasabah yang bernila milyaran rupiah. Kasus Bank Century bukanlah sekedar kasus perbankan ataupun pengingkaran terhadap prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Tetapi kasus ini telah memasuki ranah politik, dengan terbangunnya perdebatan antar elite politik mengenai layak tidaknya Bank tersebut mendapatkan bantuan. Persoalan ini juga kembali mencederai kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan kita beserta dengan para pelakunya.Kondisi ini diperparah dengan keresahan dan ketidakpercayaan nasabahnya yang kemudian dengan tidak mudah menarik dana untuk menghindari kemungkinan buruk yaitu kehilangan uangnya.
Data LPS juga menyebutkan bahwa pada November-Desember 2008 terjadi penarikan DPK oleh nasabah sebesar Rp 5,67 Triliun. Padahal hasil audit akuntan publik Aryanto Yusuf dan Mawar atas laporan keuangan bank century, DPK yang ada saat itu sebesar Rp 9,635 Triliun artinya Bank Century kehilangan lebih dari setengah DPK hanya dalam jangka waktu kurang lebih 1 bulan.Sejak terbitnya Paket Oktober tahun 1988 atau dikenal dengan sebutan PAKTO’88 yang meliberalisasi industri perbankan Indonesia pengawasan terhadap perbankan semakin sulit dilakukan. Banyak pengusaha yang sama sekali tidak memiliki latar belakang perbankan, mendirikan bank dengan tujuan memperoleh dana masyarakat yang dipercayakan untuk membiayai anak perusahaannya. Karena, hanya dengan setoran Rp 10 Miliar, seseorang dapat mendirikan bank. Ketika itu industri perbankan mudah untuk dimasuki sehingga sekitar 160 bank lahir pada saat itu, tetapi seolah tak terpikirkan betapa sulitnya untuk dapat keluar dari industri ini. Hal ini juga yang kemudian naik ke permukaan ketika krisis moneter 1998 dan kemudian menimbulkan kasus BLBI yang hingga saat ini kasusnya masih belum selesai.Hal itu seharusnya menjadi pelajaran yang sangat mahal yaitu Rp 144 Triliun (merupakan dana BLBI yang sampai saat ini menjadi kontroversi) bahwa betapa pentingnya pengawasan terhadap bank, sehingga kasus seperti Bank Century ini dapat dihindari.
Kasus Bank Century memperlihatkan betapa lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perbankan sehingga terjadi sebuah bank menjual reksadana tanpa mempunyai izin sebagai agen Penjual Reksadana (APERD) dan menjual obligasi tanpa nilai. Sebelumnya kasus pengelapan juga terjadi di Bank Global, saat itu terjadi penggelapan oleh oknum pegawai bank tersebut terhadap dana nasabah yang seharusnya dikonversi dari deposito ke investasi reksadana. Jika dikaitkan dengan penerapan tata kelola pemerintahan maupun perusahaan yang baik, maka kedua kasus tersebut merupakan “pelecehan” terhadap lembaga pengawas keuangan seperti Bapepam dan Bank Indonesia tetapi yang terjadi, seolah-olah saling melempar bola panas antar institusi pengawas keuangan kita. Bagi organisasi perbankan kita, hal ini juga merupakan suatu tamparan bahwa meskipun secara umum bank-bank di Indonesia sudah memperbaiki dirinya seperti penerapan good corporate governance maupun risk manajemen, namun masih ada pelanggaran beberapa hal yang menyangkut etika profesi.
Untuk memperkecil peluang kejadian serupa dapat terulang kembali, perlu adanya antisipasi khusus dari Bapepam dan BI terutama mengenai kepemilikan saham suatu bank, serta kaitan antara bank dengan suatu grup usaha, karena dikhawatirkan dana yang dikumpulkan dari masyarakat hanya disalurkan kepada perusahaan dalam grupnya bahkan tanpa memperhatikan aspek dari kelayakan usahanya dan juga berpotensi terjadi mark up padahal pengelola keuangan harus terbebas dari berbagai konflik kepentingan. Selain itu, lemahnya sistem hukum yang ada akan membuat para “bankir nakal” untuk berhitung untung-rugi melakukan pembobolan atau penipuan perbankan. Hal inilah yang harus diminimalisir dengan penegakkan hukum kepada siapa saja tanpa pandang bulu.

KESIMPULAN
Kasus-kasus tersebut menjadi salah satu penghambat dalam pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini. Hal fundamental yang sering terlupakan dalam upaya penguatan kembali ekonomi kita yaitu : kejujuran dan transparansi yang diikat oleh elemen kepercayaan (trust). Akibatnya, jangankan mampu untuk mengatasi masalah dan menguatkan kembali perekonomian terutama pasar keuangan, melihat apa yang tengah berlangsung pun, Pemerintah sepertinya belum memiliki informasi akurat. Sehingga wajar jika masyarakat sebagai pelaku ekonomi meragukan kemampuan pemerintah untuk mengatasi masalah saat ini dan cenderung berfikiran logis untuk mengamankan dana yang mereka miliki. Situasi ini yang kemudian disebut pemerintah sebagai kepanikan. sehingga pemerintah harus bercermin lebih dalam dan mengajarkan serta memberikan contoh mengenai kejujuran dan transparansi, sehingga dapat terus memelihara kepercayaan kita semua.

SUMBER:

Rabu, 02 Desember 2015

TULISAN - CSR BANK SULUT SELAMA 2015



CSR BANK SULUT SELAMA 2015

1.      PemKot Gorontalo terima CSR 477 juta rupiah
Selasa (17/11) dalam pelaksanaan Penarikan Undian Tabungan & Kredit PNS II tahun 2015 wilayah II Gorontalo, bertempat di atrium Mall Gorontalo, Direktur Utama Bank SulutGo Bpk Johanis Salibana bersama Direktur Umum Bank SulutGo Bpk. Felming Harun menyerahkan langsung bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan kepada Walikota Gorontalo Bapak, HI. Marten Taha, SE,Mec,Dev mewakili pemerintah kota Gorontalo. Adapun bantuan CSR pada tahun 2015 yang diserahkan totalnya bernial 477 juta rupiah yang penggunaannya digunakan untuk Program Kegiatan Kebersihan & Penatanaan Ruang terbuka Hijau Kota Gorontalo.
Seiring dengan semakin kuatnya komitmen pemerintah kota Gorontalo selaku salah satu pemegang saham Bank SulutGo, yang dengan semangat terus meningkatkan penyertaan modal, maka Bank SulutGo juga memiliki komitmen yang sama, pada saat ini maupun di waktu yang akan datang untuk semakin meningkatkan  sinergitas serta sumbangsih dan kontribusi nyata terhadap perkembangan daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo khususnya di daerah Kabupaten Minahasa berupa bantuan CSR dimana jumlah tersebut akan semakin besar seiring dengan perkembangan Bank SulutGo kedepan.
Kiranya, bantuan-bantuan sosial semacam ini yang sudah pernah,  yang sementara dan yang nantinya akan diserahkan dimasa depan, kiranya dapat dipelihara dan dapat membawa manfaat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Gorontalo dan sekitarnya.

2.      Pemkab Minahasa terima CSR 796jt
Kamis (5/11) Dalam Upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Minahasa ke-587 tahun, bertempat di kantor Bupati Kabupaten Minahasa, Direktur Utama Bank SulutGo Bpk Johanis Salibana menyerahkan langsung bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan kepada Bupati Kabupaten Minahasa Bpk. Jantje W. Sajow mewakili pemerintah Kabupaten Minahasa. Adapun Bantuan CSR pada tahun 2015 yang diserahkan totalnya bernilai 796 juta rupiah yang disalurkan berupa:
·         2 Unit Mobil Truck ArmRoll Merk IZUZU
·         13 Unit tong sampah Fiberglass dan
·         14 buah skop
Seiring dengan semakin kuatnya komitmen pemerintah kabupaten Minahasa selaku salah satu pemegang saham Bank Sulut, yang dengan semangat terus meningkatkan penyertaan modal, maka kami juga memiliki komitmen yang sama, pada saat ini maupun di waktu yang akan datang untuk semakin meningkatkan sinergitas serta sumbangsih dan kontribusi nyata terhadap perkembangan daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo khususnya di daerah Kabupaten Minahasa berupa bantuan CSR dimana jumlah tersebut akan semakin besar seiring dengan perkembangan Bank Sulut kedepan.
Kiranya, bantuan-bantuan sosial semacam ini yang sudah pernah,  yang  sementara dan yang nantinya akan diserahkan dimasa depan, kiranya dapat dipelihara dan dapat membawa manfaat bagi pihak-pihak penerima, terlebih akan membawa manfaat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Minahasa dan sekitarnya. Pada kesempatan ini juga Direktur Utama menyerahkan secara langsung Grand Price Pemenang Undian Tabungan & Kredit PNS, yaitu 1 unit Mobil Ayla dan 1 Unit Sepeda Motor kepada pemenang nasabah dari Kabupaten Minahasa.

3.      Penyerahan CSR 2015 untuk Pemkab Gorontalo
Direktur Umum Bank SulutGo, Felming Harun, Sabtu (29/8), memberikan dana bantuan CSR kepada Pemkab Gorontalo yang diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Bpk. Drs. Hi. David Bobihoe Akib, MSC. Total CSR yang diberkan tahun ini kepada pemkab Gorontalo adalah sebesar Rp. 1.011 Miliar yang dimanfaatkan salah satunya adalah yang diresmikan yaitu Gapura Bank Sulutgo, Penyerahan dua unit mobil ambulance (masing-masing untuk RSUD dr.MM Dunda Limboto dan Dinas Kesehatan), serta bantuan pengadaan 300 sambungan baru air bersih PDAM Kab. Gorontalo.
Dalam Sambutannya, Bapak Felming Harun mengatakan, Keberhasilan kegiatan Bank Sulutgo dalam pemberian CSR, adalah tidak lepas dari peran dan  dukungan sepenuhnya Bupati, Walikota dan Gubernur selaku pemegang saham/pemilik Bank Sulutgo, terlebih khusus yang diserahkan pada saat ini semuanya dapat terjadi karena peran bapak Bupati kabupaten Gorontalo yang tak henti hentinya dan konsistensi mendukung, mensupport penambahan modal Bank Sulutgo serta pada saat-saat mengakhiri masa jabatan, bapak Bupati masih peduli dan tetap bersama-sama Bank Sulutgo, menjadikan Bank Sulutgo berkembang dan selalu ada dihati rakyat khususnya di daerah kabupten Gorontalo..
Turut hadir dalam acara tersebut Ibu Sekda Kabupaten Gorontalo Ir. Hadidjah Tayeb, MM, para pejabat lingkup Pemkab Gorontalo, pejabat di jajaran PT Bank SulutGo, unsur Forkopimda dan masyarakat yang ada.

4.      Molibagu mendapat mobil ambulance dari Bank Sulut
Meningkatkan layanan terhadap masyarakat di Kabupaten Bolaang Mangondow Selatan, Bank Sulut meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sulut Molibagu menjadi kantor cabang (KC) Molibagu. Peresmian tersebut digelar Bank Sulut dalam rangkaian halal bi halal, Selasa (11/8). Direktur umum Felming Harun mengatakan. pengembangan ini, dimaksudkan untuk memaksimalkan pelayanan terhadap kebutuhan nasabah. Baik produk maupun kredit maupun dalam hal penghimpunan dana.
"Peningkatan status menjadi kantor cabang kiranya memotivasi para nasabah melalui kredit UMKM," terangnya didampingi Kepala Cabang Bank Sulut Molibagu Yunike Paputungan bersama Tim.
Acara Halal bi halal yang dirangkaikan dengan peresmian peningkatan status cabang ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Bolaang Mangondow Selatan Bpk. Hi. Herson Mayulu, S.Ip, Wakil bupati Bolsel bpk. Drs. Sjamsull B. Badu, Ketua DPRD Bolsel bpk. Marcel Aliu, para pejabat/kepala SKPD, Direktur Umum Bank Sulut Felming Harun dan para kepala cabang Bank Sulut.

5.      Bank Sulut Gelar Layanan Operasi Katarak Gratis Tahap I
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulut turut menopang kegiatan Persatuan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Cabang Sulut. Dalam gelaran operasi katarak gratis bagi lanjut usia (Lansia), di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung, sejak Jumat 24 juli s/d Sabtu 25 Juli lalu. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena merupakan salah satu program bina lingkungan yang memberikan manfaat pada masyarakat. Melalui program peningkatan kesehatan," jelas Dirut Bank Sulut Johanis Ch Salibana, melalui kepala Divisi Corporate Secretary Maria J. Rogi.
Tujuan pelaksanaan operasi katarak gratis tersebut dimaksudkan menurunkan angka kebutaan akibat katarak. Terutama pada Lansia, sebab gajala katarak sangat rentan terhadap kelompok usia itu.
"Katarak biasanya berlangsung perlahan-lahan hingga menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi membutakan. Mengingat, kebutaan akan katarak itu sendiri, juga dapat menyebabkan kerugian secara sosial dan ekonomi" terang dr. Grace Tenoch SpM, panitia kegiatan operasi katarak gratis dari Perdami Sulut.
Tenoch menilai, ketidakberdayaan masyarakat akibat katarak yang dialami dapat memberikan beban terhadap keluarga, masyarakat, serta pemerintah. Dampaknya pada kestabilan perekonomian. Operasi katarak gratis tersebut melibatkan empat dokter spesialis mata, tiga dokter residen, tiga orang perawat, serta bagian administrasi satu orang. "Target operasi katarak yang telah dilakukan yaitu 100 mata plus kacamata. Diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas kesehatan," sambut Rogi.
Dalam penjaringan 100 mata penderita katarak, sebut Tenoch, operasi katarak akan dilakukan dua tahap. "Karena masih momen libur sekolah dan Idul Fitri, sehingga yang telah dioperasi baru 40-an mata. Akan dilakukan kembali operasi tahap kedua pada 21-22 Agustus mendatang," tambah tenoch.
Ia pun menganjurkan, jika ada masyarakat di Kota Bitung yang berminat melaksanakan operasi katarak, dapat melakukan pendaftaran. "Kunjungi langsung rumah Sakit Manembo-Nembo, untuk mendapatkan layanan operasi katarak gratis. Periode operasi yaitu 21 Agustus mendatang." tutup Tenoch.

6.      Bitung Terima CSR 722 Juta dari Bank SulutGo
Direktur Utama Bank SulutGo, Johannis Ch Salibana, Kamis (9/7), memberikan dana bantuan CSR kepada Pemkot Bitung, yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Bitung, Max J. Lomban, CSR ini dikhususkan untuk menopang pertumbuhan pariwisata di Pulau Lembeh yakni dengan memberikan bantuan dana guna finalisasi pembangunan patung Tuhan Yesus di Doorbolaang. Pemberian dana CSR ini diberikan pada sela acara peresmian Kantor Kas Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan.
Dalam Sambutannya, Walikota Bitung Max J. Lomban mengatakan, Pulau Lembeh memiliki potensi produksi yang baik, dari segi pertanian dan perkebunan maupun dari sektor perikanan yang selama ini terkendala dengan minimnya peredaran uang sehingga menyebabkan deflasi. Namun sekarang masalah tersebut dapat teratasi dengan dibukanya kantor kas yang baru.
“Pemerintah Kota Bitung mengapresiasi dan berterima kasih karena Bank SulutGo juga telah memberikan bantuan CSR untuk menopang pertumbuhan pariwisata di Pulau Lembeh yakni dengan memberikan bantuan dana guna finalisasi pembangunan patung Tuhan Yesus di Doorbolaang,” tukas Lomban. Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat lingkup Pemkot Bitung, pejabat di jajaran PT Bank SulutGo, unsur Forkopimda dan masyarakat yang ada di Pulau Lembeh.

7.      BS Bantu Operasional Kebersihan Kab. Minahasa
Tondano - Satu lagi kegiatan sosial Bank Sulut (BS) yang dinyatakan dalam Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini Bank Sulut mengunjungi Pemkab Minahasa, akhir pekan lalu (17/4), yang juga merupakan salah satu pemegang saham di Bank Sulut. Menurut Direktur Marketing Novie B. Kaligis  CSR Bank Sulut telah menjadi kegiatan rutin. Juga sebagi bentuk apresiasi terhadap kontribusi pemegang saham di Bank Sulut. "CSR merupakan kewajiban setiap perusahan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungannya" Jelas Kaligis.
Adapun pada 2013 lalu, Bank Sulut telah menyalurkan dana CSR sejumlah Rp.596,5juta dalam bentuk pengadaan fasilitas sarana dan prasarana umum. Sementara tahun ini, CSR di Minahasa diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana kebersihan. Yakni satu unit kendaraan dump truck dan trum arm roll dengan anggaran sejumlah Rp.774juta. Kendaraaan tersebut telah beroperasi sejak beberapa bulan lalu di Kabupaten Minahasa.
"Kiranya bantuan-bantuan sosial yang sudah pernah, sementara, bahkan nantinya diserahkan di masa depan, dapat dipelihara dan membawa manfaat bagi pihak penerima. Terlebih, berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Minahasa," tutur Kaligis

8.      BS serahkan 1 unit Ambulance ke Pemkab Bolmut
BOLMUT - PT Bank Sulut memberikan bantuan 1 (satu) unit kendaraan Ambulans kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Dalam apel bersama Senin (20/4) di Halaman Kantor Bupati, ambulans tersebut secara simbolis diserahkan oleh Pimpinan Group Head PT Bank Sulut, Bpk. Revino Pepah didampingi Kepala Cabang Bank Sulut Boroko, Kennedy Paputungan kepada Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara Suriansyah Korompot.
"Saya memberikan apresiasi positif kepada PT Bank Sulut, serta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian kepada masyarakat dan pemerintah daerah dengan memberikan bantuan 1 unit mobil Ambulans Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Bantuan ini akan dimanfaatkan dengan optimal oleh pemerintah untuk melayani masyarakat,’’ kata Korompot
PT Bank Sulut memberikan bantuan tersebut karena iklim bisnisnya terutama di Unit Boroko selama beroperasi di daerah yang dipimpin Bupati Drs Hi Depri Pontoh dan Wakil Bupati Suriansyah Korompot, menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa. Misalnya, hingga Februari Tahun 2015 menurut Direktur Utama PT Bank Sulut Johanis Salibana laba yang diperoleh mencapai Rp 2,7 miliar dengan total aset mencapai Rp 181 Miliar.

9.      BS Resmikan 2 Gapura Adipura Kabupaten Gorontalo
Gorontalo (14/4) - Bank Sulut sebagai lembaga perbankan milik daerah dalam melaksanakan kegiatannya selalu menaruh perhatian besar terhadap kepentingan pemerintah daerah terlebih kepentingan masyarakat di wilayah operasionalnya karena keberhasilan meraih kinerja yang sangat baik merupakan keberhasilan bank dalam melaksanakan kegiatan usaha yang langsung berhadapan dengan masyarakat sebagai nasabah atau mitra bank dalam berusaha termasuk pemerintah daerah kabupaten gorontalo.
Sebagai upaya untuk dapat mewujudkan hal tersebut  maka bank sulut melalui program corporate social responsibility (csr) bina lingkungan yang merupakan program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di wilayah usaha bank sulut dengan bentuk penyaluran berupa pengembangan prasarana dan sarana umum maka bank sulut bersama dengan pemerintah daerah  kabupaten gorontalo pada hari ini telah menyelesaikan pembangunan “gapura adipura kabupaten gorontalo” yang dipersembahkan kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten gorontalo yang telah berhasil mewujudkan kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan didaerah yang sangat kita cintai ini. kiranya dengan diresmikannya gapura adipura ini mendapatkan sambutan yang baik dari seluruh masyarakat.
Gapura Adipura kabupaten Gorontalo diresmikan langsung oleh Bupati Gorontalo Bpk. David Bobihoe Akib, dan Direktur Utama PT. Bank Sulut Bapak Johanis Ch. Salibana. yang turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Gorontalo Ibu Hadijah U. Tayeb, Para kepala SKPD Kabupaten Gorontalo dan para pejabat teras PT. Bank Sulut.
Pekerjaan pembangunan Gapura Adipura yang menelan dana Rp. 997.846.000. ini berada di dua lokasi yakni:
·         Desa Pentadio Barat perbatasan Kecamatan Telaga Biru dan Kecamatan Limboto Ruas jalan Ahmad A. Wahab (Eks jl. Raya Limboto) dengan bentangan 20 meter;
·         Desa Yosonegoro Kec. Limboto Barat ruas jalan Kasmat Lahay (Jl. Bypass trans Sulawesi) dengan bentangan 25 meter.

10.  BS Bantu Prokamling Kota Manado dengan CSR
Peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban umum di Kota Manado merupakan faktor digegasnya Sistem Program Keamanan Lingkungan (Prokamling) Pemerintah Kota Manado. Prokamling yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga lingkungan diharapkan dapat mengantisipasi dan menimalisir hal-hal negatif di tengah masyarakat Kota Manado.
Seperti yang dilakukan Walikota Vicky Lumentut, Senin 30 Maret 2015, melaunching Program Keamanan Lingkungan (Prokamling) serta memimpin Apel Siaga Satuan Tugas Prokamling di Lapangan Tikala. Pada kesempatan itu juga, Walikota menerima bantuan  Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Sulut berupa satu unit kendaraan roda empat dan dua uni kendaraan roda dua. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Camat Malalayang, Laurens Umboh, S.Sos, Camat Mapanget, Rivo Koloaij, dan Camat Bunaken Kepulauan, Robert Dauhan.
Launching ditandai dengan pemukulan tetengkoren secara bersamaan oleh Walikota Manado, Wakil Walikota Manado, Ketua DPRD Kota Manado, dan jajaran Muspida/Forkompimda lainnya.

11.  BS Serahkan 2 unit Ambulance ke PemKab Bolmong
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow pada Hari Ulang Tahun (Hut) ke-61 mendapat hadiah. Pemerintah mendapat bantuan 2 unit mobil ambulance dan 5 unit sepeda motor, Senin (23/3) Bupati Hi Salihi B. Mokodongan bersama Wakil Yanni R Tuuk STh menerima bantuan secara langsung dari Bank Sulut.
Bantuan 2 unit mobil ambulance dan 5 unit sepeda motor ini langsung diserahkan pimpinan cabang Bank Sulut Bolaang Mongondow kepada Bupati dalam rangkaian upacara bendera memperingati HUT Ke-61 kabupaten Bolmong dilapangan kantor bupati. Bantuan ini tentunya sangat berguna bagi pemerintah untuk pelayanan dalam bidang kesehatan. 2 unit ambulance rencannya akan digunakan pada puskesmas di Poigar dan Buntalok.
Kepala dinas kesahatan Bolmong dr Rudiawan berkata bantuan yang diberikan sangat membantu kesahatan di Bolmong. Tentunya dengan adanya bantuan ambulance dan sepeda motor dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

TULISAN - HUBUNGAN ANTARA PENGEMIS, PENGAMEN, PENGANGGURAN DENGAN EKONOMI



HUBUNGAN ANTARA PENGEMIS, PENGAMEN, PENGANGGURAN DENGAN EKONOMI

Pengemis adalah orang-orang yang kerjanya suka minta-minta kepada orang lain guna memenuhi kebutuhannya.
Ada 3 kelompok pengemis, antara lain :
1. Mengemis karena tak mampu bekerja
2. Mengemis karena malas bekerja
3. Mengemis karena menginginkan jabatan.
Pengamen atau sering disebut pula sebagai penyanyi jalanan (Inggris: street singers), sementara musik-musik yang dimainkan umumnya disebut sebagai Musik Jalanan. Pengertian antara musik jalanan dengan penyanyi jalanan secara terminologi tidaklah sederhana, karena musik jalanan dan penyanyi jalanan masing-masing mempunyai disiplin dan pengertian yang spesifik bahkan dapat dikatakan suatu bentuk dari sebuah warna musik yang berkembang di dunia kesenian.
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Pengangguran di Indonesia terjadi disebabkan antara lain yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga karena efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja disebabkan antara lain; perusahaan menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor.
Selain itu juga pengangguran disebabkan oleh krisis moneter yang melanda di Indonesia dan tentunya secara keseluruhan wilayah Indonesia terkena dampak tersebut. Banyak industri padat karya yang terus menerus terpuruk seperti tekstil, sepatu, perkayuan, elektronik, sehingga hal ini menyebabkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin marak.Belum lagi terdapat dampak dari bencana alam yang melanda hampir diseluruh Indonesia, termasuk di kabupaten Malang. Menurut data dari STIJN Claessen, who Controls East Asian Corporation, tahun 1999 prosentase control pemilik perusahaan public tertbesar 71,5 % dipegang oleh keluarga bisnis, sementara pemerintah hanya sebesar 8,2 % dan masyarakat memegang 5,1 %. Sangat terlihat jauh masyarakat tidak akan pernah mampu untuk berperan lebih jauh dalam pengembangan ekonomi bahkan pemerintahpun juga disetir oleh kelompok pemilik modal.
Usaha Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran di Indonesia
  1. Menyelidiki siapa saja orang yang miskin dan tidak bekerja
  2. Melaksanakan penyuluhan
  3. Mengadakan pembinaan rohani yang kuat dan berkelanjutan
  4. Mengajarkan pada orang-orang terdekat untuk tidak terlalu memanjakan dan selalu memberi pada orang miskin dan pengangguran
  5. Menjelaskan tentang penggunaan harta dari sisi kesehatan, moral, dan sebagainya
Masalah kemiskinan dan pengangguran tidak bisa diatasi dengan berdiam diri saja. Perlu berdoa memohon pertolongan Tuhan, perjuangan yang gigih dari pemerintah, kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat, dan semangat juang dari masing-masing pribadi dalam menanggulangi masalah tersebut.
Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan.
Kemudian banyak pengangguran yang ada di Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan yang ada dan ketidaksesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia yang menyebabkan bertambahnya kemiskinan di Indonesia.
Pembangunan di bidang ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
Dampak pengangguran terhadap perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.

Sumber :